Panen Raya Pertama Lahan Adopsi Bulutana
Akhir pekan lalu menjadi momen istimewa bagi keluarga besar SIPADI Bulutana. Lahan-lahan yang diadopsi para subscriber sejak awal musim tanam akhirnya memasuki masa panen raya.
Puluhan wisatawan hadir langsung ke lokasi untuk merasakan pengalaman memanen padi yang selama ini hanya mereka pantau lewat aplikasi. "Rasanya berbeda ketika benar-benar memegang bulir padi yang tumbuh dari lahan yang kita adopsi," ujar salah satu peserta.
Kolaborasi lintas kelompok
Panen kali ini menjadi bukti nyata bahwa setiap elemen memiliki peran. Kelompok tani menyiapkan lahan dan bibit, pemuda mendampingi wisatawan, sementara ibu-ibu UMKM menyajikan kuliner khas Bulutana sebagai penutup kegiatan.
Tertarik merasakan langsung?
Adopsi lahanmu sendiri dan jadi bagian dari cerita pertanian berkelanjutan Bulutana.
Mulai Adopsi SekarangTulisan lainnya
Naratalk: Eco-Trail 230 Meter Percepat Pascapanen Petani
Jalur eco-trail 230 meter memangkas waktu pengangkutan hasil panen di lahan berkontur — sekaligus menjadi jalur jalan kaki wisatawan.
Baca
Warta Kalteng: Produktivitas Padi Bulutana Naik ke 6–7 Ton/Ha
Pendampingan budidaya dan pengelolaan pascapanen mengangkat hasil panen Bulutana dari 4 ton menjadi 6–7 ton per hektare.
Baca
Berita Manado: Panen di Bulutana Kini Tiga Kali Setahun
Hasil panen naik dari 4 ton menjadi 6–7 ton per hektare, dengan frekuensi panen bertambah menjadi tiga kali dalam setahun.
Baca