Naratalk: Eco-Trail 230 Meter Percepat Pascapanen Petani
Satu infrastruktur sederhana mengubah banyak hal di Bulutana: eco-trail sepanjang 230 meter yang membelah sawah berundak. Bagi wisatawan, jalur itu menjadi rute menyusuri kawasan; bagi petani, jalur yang sama memangkas beban terberat setelah panen.
Salah satu pengubah keadaan adalah eco-trail sepanjang 230 meter yang dibangun untuk memudahkan pengangkutan hasil panen dari lahan berkontur dataran tinggi. Menurut Ketua Pengelola KSA, Syafruddin, jalur itu memangkas waktu pascapanen secara drastis: padi yang dipanen pagi bisa sampai di rumah petani pada hari yang sama.
Dampaknya sudah terasa di lahan. Sebelum program berjalan, hasil panen rata-rata 4 ton per hektare dengan indeks pertanaman dua kali setahun. Kini produktivitas naik ke kisaran 6–7 ton per hektare dan petani mampu memanen tiga kali dalam setahun.
Pengelolaan kawasan dijalankan bersama: kelompok tani menyiapkan lahan dan produksi, sementara pemuda Bulutana menangani kunjungan wisatawan. Sebagian pendapatan dari kunjungan dikembalikan untuk pembiayaan benih, pupuk, hingga pajak lahan petani agar manfaatnya merata.
Wisatawan bisa ikut menanam lewat Sipadi
Kawasan ini ditopang sistem digital Sipadi Bulutana. Lewat platform ini wisatawan memesan jadwal kunjungan, ikut menanam padi langsung di lahan, lalu memantau perkembangan tanamannya dari rumah sampai musim panen tiba.
Tertarik merasakan langsung?
Adopsi lahanmu sendiri dan jadi bagian dari cerita pertanian berkelanjutan Bulutana.
Mulai Adopsi SekarangTulisan lainnya
Warta Kalteng: Produktivitas Padi Bulutana Naik ke 6–7 Ton/Ha
Pendampingan budidaya dan pengelolaan pascapanen mengangkat hasil panen Bulutana dari 4 ton menjadi 6–7 ton per hektare.
Baca
Berita Manado: Panen di Bulutana Kini Tiga Kali Setahun
Hasil panen naik dari 4 ton menjadi 6–7 ton per hektare, dengan frekuensi panen bertambah menjadi tiga kali dalam setahun.
Baca
Suara Kalbar: KSA Bulutana Dorong Agrowisata Berkelanjutan
Peresmian Kampung Sawah Abadi Bulutana di Gowa menandai berjalannya satu kawasan yang menggabungkan konservasi sawah, edukasi pertanian, dan wisata desa.
Baca