Lombok Post: Integrasi Pertanian dan Agrowisata di Bulutana
Kampung Sawah Abadi Bulutana menawarkan jalan tengah yang jarang ditempuh: lahan tetap menjadi sawah produktif, sementara kunjungan wisatawan hadir sebagai sumber pendapatan tambahan. Tidak ada alih fungsi lahan — justru konservasi sawah yang menjadi syarat kawasan ini berjalan.
Pendampingan Pupuk Kaltim di Bulutana berjalan bertahap sejak 2023 melalui program PKT BERSERI (Pertanian Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera dan Mandiri). Diawali percontohan dekomposer, dilanjutkan pelatihan budidaya, pengendalian hama, pemupukan berimbang, dan pembuatan pupuk organik pada 2024, lalu penguatan kelembagaan serta pengelolaan pascapanen pada 2025.
Tahun ini fokusnya bergeser ke infrastruktur dan penguatan identitas kawasan — konservasi sawah, sarana wisata hijau, hingga promosi. Sasaran 2027 adalah standardisasi kawasan Kampung Sawah Abadi, sertifikasi Desa Wisata Hijau Bulutana, dan skema insentif konservasi sawah.
Pengelolaan kawasan dijalankan bersama: kelompok tani menyiapkan lahan dan produksi, sementara pemuda Bulutana menangani kunjungan wisatawan. Sebagian pendapatan dari kunjungan dikembalikan untuk pembiayaan benih, pupuk, hingga pajak lahan petani agar manfaatnya merata.
Dampaknya sudah terasa di lahan. Sebelum program berjalan, hasil panen rata-rata 4 ton per hektare dengan indeks pertanaman dua kali setahun. Kini produktivitas naik ke kisaran 6–7 ton per hektare dan petani mampu memanen tiga kali dalam setahun.
Wisatawan bisa ikut menanam lewat Sipadi
Kawasan ini ditopang sistem digital Sipadi Bulutana. Lewat platform ini wisatawan memesan jadwal kunjungan, ikut menanam padi langsung di lahan, lalu memantau perkembangan tanamannya dari rumah sampai musim panen tiba.
Sumber: Lombok Post — Integrasikan Pertanian dan Agrowisata dengan Kampung Sawah Abadi
Tertarik merasakan langsung?
Adopsi lahanmu sendiri dan jadi bagian dari cerita pertanian berkelanjutan Bulutana.
Mulai Adopsi SekarangTulisan lainnya
Naratalk: Eco-Trail 230 Meter Percepat Pascapanen Petani
Jalur eco-trail 230 meter memangkas waktu pengangkutan hasil panen di lahan berkontur — sekaligus menjadi jalur jalan kaki wisatawan.
Baca
Warta Kalteng: Produktivitas Padi Bulutana Naik ke 6–7 Ton/Ha
Pendampingan budidaya dan pengelolaan pascapanen mengangkat hasil panen Bulutana dari 4 ton menjadi 6–7 ton per hektare.
Baca
Berita Manado: Panen di Bulutana Kini Tiga Kali Setahun
Hasil panen naik dari 4 ton menjadi 6–7 ton per hektare, dengan frekuensi panen bertambah menjadi tiga kali dalam setahun.
Baca